Images-loading

TIDAK ADA KEUNGGULAN TANPA IMAGINASI

  • BLOG >

  • TIDAK ADA KEUNGGULAN TANPA IMAGINASI

TIDAK ADA KEUNGGULAN TANPA IMAGINASI

Oleh : V. Istanto Pramuja, SJ

Rektor Kolese Kanisius

 

            “Setiap Karya adalah wujud Imajinasi”. Kalimat itu adalah judul tulisan di harian Kompas 14 Oktober 2014 yang  berisi tentang perjalanan hidup Anne Avantie, desainer kondang dari Semarang yang memiliki spesialisasi desain kebaya . Saya mengagumi  perjalanan kariernya yang  cemerlang merangkak dari ketiadaan. Mengapa ia menjadi besar? Jawabnya sederhana: Ibu Anne tidak berhenti berimajinasi yang melahirkan kreasi dan daya cipta. Hebat! Pendidikan tanpa imaginasi akan menyebabkan kemandegan kemunduran untuk kemudian ditinggalkan orang. Maka CC harus selalu berimaginasi dan berinovasi secara kreatif untuk terus maju secara kompetitif dan semakin unggul.

            Ketika saya masuk Kolese Kanisius, Jl. Menteng Raya 64, Jakarta Pusat, terus terang saya tidak mengagumi bangunan fisiknya, karena menurut saya tidak sesuai dengan nama besarnya. Kolese ini telah berdiri sejak tahun 1927, sudah berusia 87 tahun dan telah melahirkan orang-orang penting di negeri ini. Mengapa bangunannya “hanya” seperti itu? Mana wajahmu? Ketika orang-orang terhormat: orang tua, siswa, tamu dan undangan datang di manakah mereka harus diterima? Saya terusik.

            Saya menengok foto bangunan lama Kolese ini sebelum ada pemugaran besar-besaran di bagian depannya. Mengapa foto itu memperlihatkan keanggunan bangunan lama? Pendapat saya bisa jadi keliru, tetapi itulah yang menjadi pemikiran saya. Bagaimana bangunan yang ada bisa mewakili kebesaran nama dan sejarah Kolese Kanisius?

            Saya berimaginasi, tanpa mengubah bangunan yang ada harus ada wajah Kanisius yang bersih, ramah, jelas, dan hormat kepada siapa pun yang berkunjung ke Kolese Kanisius. Kanisius ini menjadi besar karena orang yang pernah tinggal dan belajar di dalamnya dan karena orang yang memperhatikan dan membantunya. Kebesaran Kanisius itu harus dipertahankan bahkan harus menjadi semakin besar. Caranya?

            Kita harus setia pada Trilogi kita dan memiliki keunggulan di dalamnya yakni competence, conscience dan compassion. Benar bahwa kita mau mendidik siswa yang memiliki leadership tinggi, tetapi mereka harus dibekali dan kuat dengan ketiga hal itu. Kita harus selalu memiliki ambisi untuk unggul, berjuang lebih maju, itulah semangat magis. Keunggulan akademik harus tetap kita kejar, karena kita ini sekolah yang mendidik anak untuk pintar dengan proses pendidikan yang terencana baik. CC tidak boleh abai terhadap keunggulan akademik karena itu keharusan bagi kita, karena hal itu melekat pada reputasi kita di mata masyarakat.

            Keunggulan akademik tanpa disertai watak dan perilaku yang baik dan kuat bisa menimbulkan ketidakseimbangan hidup para siswanya. Perwujudan keunggulan conscience nampak dalam perilaku. Maka CC harus tetap tegas mengedepankan kejujuran dan tanggung jawab dalam tugas, baik siswa maupun pendidik dan karyawannya. Kolese kita harus menjadi promotor keunggulan watak, perilaku dan karakter siswa, dan menjadi terpandang baik karenanya.

            Salah satu ciri sekolah Jesuit adalah setiap alumni memiliki semangat man for and with others. Keunggulan akademik, watak dan perilaku harus disertai keunggulan dalam hal kepedulian kepada sesama (compassion). Betapa rumitnya kehidupan sosial negeri yang kita cintai, Indonesia ini. Dari waktu ke waktu masih selalu ada ketimpangan sosial, kaya- miskin, desa-kota dalam masyarakat kita, maka pendidikan Kolese ini wajib membuka kesadaran siswa untuk tidak buta terhadap kenyataan sosial dan bahaya kemanusiaan, khususnya yang membahayakan martabat manusia. Kalau ada bencana alam, siapa yang mengalami pertama kali dan menjadi korban. Kebanyakan selalu rakyat biasa dan miskin. Salah satu bencana alam yang akut adalah banjir yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Sejauh mana kita peduli terhadap hal ini? Maka harus disediakan latihan dan kesempatan bagi siswa untuk merasakan dan mengalami peristiwa kemanusiaan yang menyentuh martabat mereka.

           Untuk mencapai itu semua harus disediakan sarana yang diperlukan secara memadai baik sarana fisik maupun program dan sarana lainnya. Kemungkinan untuk mencapai ketiga  keunggulan itu harus disediakan. Maka Yayasan sepenuhnya mendukung segala upaya yang diperlukan untuk peningkatan tenaga dan sarana demi tercapainya keunggulan itu.

           Sarana fisik. Di atas sudah saya sebutkan bahwa kita harus menaruh hormat kepada siswa, orang tua alumni dan tamu yang masuk ke kampus CC. Maka wajah depan harus jelas dan perlu ditata ulang. Kolese Kanisius harus memiliki pintu masuk yang jelas, bukan pintu masuk tempat parkir! Untuk itu pula renovasi fisik dilakukan di sana-sini supaya bisa mencapai tujuan dan semakin baiknya pendidikan di CC.

           Keunggulan pendidikan sangat ditentukan oleh kurikulum yang dipakai.  Pemerintah secara berkala membaharui kurikulum dengan tujuan baik. Demikian pula CC yang mengikuti karakteristik Pendidikan Jesuit  - yang sudah teruji selama puluhan tahun - juga harus membaharui diri. Harus semakin jelas danunggul, apa yang menjadikan sekolah ini adalah sekolah Jesuit? Bukan hanya karena dikelola oleh Jesuit, tetapi lebih dari itu adalah proses pendidikan yang melahirkan lulusan sesuai karakter yang kita inginkan.

           Jaman terus berubah, teknologi terus berkembang. Manajemen sekolah tentu harus berkembang juga sehingga siswa semakin terlayani dengan baik, orang tua semakin cepat bisa memperoleh informasi terbaru dari sekolah. Ke depan kerja sama sekolah dengan keluarga atau orang tua akan semakin terbuka dan baik justru oleh mudahnya arus informasi dan komunikasi antara kedua belah pihak. Kita harus pintar mengambil manfaat kemajuan teknologi demi mutu pendidikan yang semakin tinggi.

            Bagaimana dengan sumber daya manusia kita? Secanggih apa pun kemajuan teknologi informasi, pemanfaatannya tetap tergantung pada manusia dan penggunanya. Maka betapa penting mutu guru dan pendidikan lainnya. Guru harus bermutu! Betapa cepatnya kemajuan sekolah lain di luar Kanisius ini. Saya percaya kemajuan itu pertama-tama ditentukan oleh manusianya. Maka ketiga keunggulan yang kita idamkan tercapai Yaitu kalau CC memiliki sumber daya manusia, baik guru maupun karyawan, yang siap sedia berkembang dan memiliki semangat magis. Ketertutupan diri hanya akan menghambat upaya memperbaiki diri yang pada waktunya menghambat komunitas pendidikan kita.

            Ada saat untuk bekerja ada saat untuk beristirahat. Ada saat untuk ramai ada saat untuk hening untuk refleksi diri. Dalam segala situasi itu selalu ada ruang untuk berimaginasi, karena melalui itu Kolese yang kita cintai ini akan selalu berkembang dan tidak akan ditinggalkan orang. Setiap dari kita adalah penting. Maka betapa berartinya sumbangan pemikiran dan gagasan, tenaga dan karsa, kesiapsediaan dan kerelaan untuk berbagi bagi kemajuan CC.

            Terima kasih kepada setiap pribadi di Kolese ini yang telah ikut serta dalam perkembangannya. Hanya karena bersama Anda semua kita bisa unggul. Tuhan memberkati.

 

V. Istanto Pramuja, SJ

Rektor Kolese Kanisius