11

Konsolidasi: Wadah Keakraban di Tengah Kesulitan

1

Potret Kanisian kelas 7 dan 8 yang sedang melakukan dinamika dan bermain games bersama bersama kelompok di dalam kegiatan Konsolidasi Kelas 7 dan 8 yang mengambil nama “Virtual Escape: Community Building” 

–14-16 Desember 2020

“Kak, nama kakak siapa ya kak? Saya lupa hehe.” atau “Dek, kamu kelas 7 apa?” menjadi mayoritas pertanyaan lintas angkatan saat ini. 

Di tengah pandemi ini, Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) tetap dilaksanakan di SMP Kolese Kanisius dari rumah masing-masing. Para Kanisian masih bisa mengikuti alur pembelajaran secara live streaming di YouTube maupun Zoom. Walau sudah menempuh 1 semester pembelajaran dan sudah saling dipertemukan antar angkatan kelas 7, 8 maupun 9, ternyata masih banyak Kanisian yang sulit berkenalan antar Kanisian kelasnya  maupun Kanisian kelas lainnya. Hal ini, tentunya didasari oleh pandemi COVID-19 yang memisahkan kita dalam melakukan pembelajaran maupun pertemanan, sehingga sangat sulit sekali para Kanisian untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Para guru juga sudah semampunya memberikan tugas per kelompok pada tiap materinya supaya dapat saling mengenal satu dengan yang lain, ada juga ekstrakurikuler yang tentunya membuat Kanisian dapat saling mengenal Kanisian lainnya entah satu angkatan maupun berbeda angkatan.

 

Namun, kali ini SMP Kolese Kanisius Jakarta bersama dengan Presidium Legionnaire XII(OSIS SMP Kanisius). Ingin membuat sebuah kegiatan yang baru dan tentunya bertujuan untuk meningkatkan rasa solidaritas dan kekompakan para Kanisian yang terpisah di dalam rumah masing-masing. Akhirnya, tercetuslah sebuah kegiatan yang gunanya untuk memperkenalkan para Kanisian satu dengan yang lain yaitu kegiatan Konsolidasi Kelas 7 dan Kelas 8. “Harapannya konsolidasi ini dapat menjadi dasar atau awal dari komunikasi siswa kelas 7 dan 8, yang kemudian berlanjut kedepannya sampai saling mengenal dan membuka kesempatan berkomunikasi serta mendapatkan teman baru.” Dhammananda Justin Yu selaku ketua panitia kegiatan konsolidasi ini.

 

Kegiatan Konsolidasi Kelas 7 dan Kelas 8 kali ini mengambil tema Virtual Escape: Community Building. Dimana Virtual Escape ini diartikan sebagai kita para Kanisian yang harus berjuang untuk berimajinasi untuk keluar dari dunia virtual dan membayangkan sedang bersama dengan teman-temannya di sekolah dan sedang bersama-sama mengikuti dinamika dan saling mengenal satu dengan yang lain. Selain itu, Community Building artinya adalah kita para Kanisian adalah satu komunitas besar dan kini sedang membangun tembok solidaritas satu dengan yang lain. Dalam kegiatan Virtual Escape ini, butuh sekali adanya keaktifan para Kanisian supaya kelas 7 dan 8 dapat lebih mengenal secara efektif. 

 

Dimulai pada 14 hingga 16 Desember 2002, kegiatan ini terbagi menjadi kelompok-kelompok yang tiap kelompoknya beranggotakan Kanisian kelas 7 dan 8 dan secara kelompok besar terbagi menjadi 2 kelompok besar yaitu East Canisius dan West Canisius. Tiap kelompoknya akan bersama-sama mengikuti dinamika dan memecahkan masalah yang ada di beberapa pos. Satu kelompok harus menyelesaikan 9 ruangan pos yang isinya berbeda-beda. Ada Solve The Code dimana mereka harus memecahkan masalah dan riddle, ada Teka-Teki Silang(TTS) dimana mereka harus mencari jawaban dari teka-teki seputar Sekolah Kanisius, ada juga skribble.io dan Werewolf dimana para Kanisian bermain games menebak gambar dan mencoba memecahkan masalah dengan game arcade online. Serta masih ada banyak games-games unik dan tak kalah seru yang tentunya bertujuan untuk meningkatkan solidaritas Kanisian. Tiap pos-pos juga dibuat seperti dengan ruangan-ruangan yang ada di SMP Kolese Kanisius, seperti Ruang Moderator, Ruang Doa, dan Kapel Kolese Kanisius yang ada di East Canisius dan Laboratorium Fisika, Laboratorium Biologi, serta Lapangan Basket yang adai di West Canisius. Hal ini khususnya bertujuan agar Kanisian kelas 7 dapat lebih mengenal ruang-ruangan yang ada di kawasan SMP Kolese Kanisius dan Kanisian Kelas 8 supaya masih teringat dan tidak lupa dengan ruangan yang ada di Rumah Kedua para Kanisian ini.

Kelompok Besar East Canisius dan West Canisius bertujuan agar para Kanisian benar-benar merasakan dirinya sedang berada di SMP Kolese Kanisius Jakarta ini setelah sekian lama.

Kegiatan ini pun memang berbeda daripada sebelumnya, keaktifan para Kanisian menjadi kunci awalnya pengembangan solidaritas para Kanisian satu dengan yang lain. Tercatat, walaupun kegiatan ini hanya dijalankan secara virtual dan dilakukan 3 hari saja. Para Kanisian Kelas 7 dan 8 dapat lebih cair dan tidak takut lagi untuk berbicara antara satu dengan lainnya. Setelah adanya kegiatan Virtual Escape: Community Building ini memang diharapkan supaya para Kansian kelas 7 dan 8 tidak lagi membangun temboknya masing-masing, melainkan membangun jembatan sehingga dapat membuat Komunitas Kolese Kanisius semakin kuat dan solid. 

Padre Pio Wisnu Amengku Djati 84/22/9183 dan Yarra Wiryadenta 86/28/9106

12

Muda Bersastra, Malam Sastra SMP Kolese Kanisius Jakarta

    Potret Kanisian yang sedang menyajikan penampilan teater virtual berjudul  “Jiwa Muda Menerima Perbedaan Mempererat Persatuan” serta menampilkan Baca Puisi untuk mengenang Peristiwa Sumpah Pemuda.

    Para Kanisian bersama dengan guru tidak kehabisan akal untuk mengenang Peristiwa Sumpah Pemuda tahun ini di tengah pandemi. Bahkan, pada tahun ini justru membuat para Kanisian dan guru untuk lebih berinisiatif dan membuat sebuah hal yang baru. Dan kali ini, untuk pertama kalinya Canisius Teater Arts(CTA) beserta dengan CaniTeater(Ekstrakurikuler Teater) SMP Kolese Kanisius Jakarta memulai aksi pertunjukan mereka untuk pertama kalinya pada 27 Oktober 2020.. Walau dilakukan di dalam rumah masing-masing, namun ternyata para anggota CTA dan CaniTeater dapat menunjukan aksi sastra mereka dengan sangat baik.

    Mengambil tema “Jiwa Muda Menerima Perbedaan Mempererat Persatuan”, para anggota CTA dan CaniTeater menampilkan aksi terbaik mereka dalam bernyanyi, membaca puisi, pidato, para anggota CTA dan CaniTeater ini bernyanyi bersama-sama secara virtual dan menyanyikan berbagai macam lagu wajib nasional untuk mengenang Peristiwa Sumpah Pemuda dan membaca puisi yang sungguh membayangkan perjuangan para pemuda kala itu. Jugas ada Joel Abia Widjaja, siswa kelas 8 SMP Kolese Kanisius Jakarta yang membawakan pidatonya terkait Sumpah Pemuda dengan penuh semangat dan ciri khas Joel yang membuat kita terkesima dan bangga akan perjuangan para pahlawan.

    Ada juga penampilan utama yaitu unjuk teater virtual sebagai acara puncak Malam Sastra kali ini yang berjudul “Perbedaan Kunci Persatuan”. Kisah ini menceritakan tentang seorang siswa SMP bernama Dudung yang dengan bersemangat mengajak teman-temannya untuk bersama-sama melakukan bakti sosial kepada orang-orang yang membutuhkan, namun ternyata ada beberapa teman-temannya yang menolak bakti sosial ini sehingga timbul permasalahan di antara mereka.

    Tidak hanya Kanisian yang mengikuti acara Malam Sastra saja, ada juga guru SMP Kolese Kanisius yang juga ikut sebagai pendamping sekaligus beraksi dalam membacakan puisinya. Yaitu Bapak Yohanes Prima Pramudya S,Pd. Kali ini Bapak Prima membacakan puisi buatan dirinya mengenai peringatan Peristiwa Sumpah Pemuda sekaligus juga memberikan kata sambutan sebagai sutradara dan penulis cerita dalam lakon teater kali ini.

    “Tujuannya untuk mengenali masyarakat akan karya sastra dan memahami budaya ýang ada di Indonesia.” berdasarkan kata sambutan beliau(Bapak Prima) pada Malam Sastra bulan Oktober kemarin. Adapun tujuannya juga memperkenalkan berbagai macam jenis sastra Bahasa Indonesia kepada para pemuda, terutama para Kanisian. 

    Acara ini pun menghasilkan dampak yang sangat mengesankan. Selain memberikan pemahaman mengenai dunia sastra bahasa, Malam Sastra ini pun mengandung  nilai moral yang baik dan tertanam pada para penonton yaitu mengenai rasa persatuan dan pluralisme yang sangatlah penting bagi kita semua. Juga banyak sekali para penonton yang terhibur dengan aksi lucu sekaligus hebat para pemain teater dan yang lainnya dalam melakukan aksi mereka kali ini.  Harapannya juga para Kanisian semakin tertarik pada kegiatan seperti ini dan tentunya dapat bergabung di dalam komunitas CTA maupun CaniTeater untuk semakin mendalami hidup bersastra dan tentunya semakin mencintai Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia.

Padre Pio Wisnu Amengku Djati 84/22/9183 – Jakarta, 27 Oktober 2020

111

CARITAS CHRISTMAS CROSS CHALLENGE : Kolaborasi Lewat Olahraga Virtual Sambil Donasi

Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (4C), event olahraga berdonasi untuk Pendidikan. Lebih dari 3000 volunteers yang terdiri Alumni sekolah-sekolah Katholik dan Universitas Sanata Dharma, Klerus dan Awam telah memulai sebuah kolaborasi guna menggalang dana lewat event olahraga virtual dengan tujuan membantu guru-guru honorer di sekolah-sekolah swasta Katholik yang terdampak pandemi, khususnya di luar Pulau Jawa. Hasil penggalangan dana akan diterima dan disalurkan lewat Caritas Indonesia KWI.

Caritas Christmas Cross Challenge 2020 bergulir dari inisiatif beberapa komunitas lari Alumni sekolah sekolah Katholik di Jakarta kini telah menggelinding bak bola salju menjadi aksi solidaritas dengan peserta dari 23 Keuskupan, 7 Kongregasi Suster, 12 Organisasi Katholik, 17 Komunitas Alumni Sekolah dan Universitas Katholik.

“Ini sebenarnya berawal dari pengharapan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo agar kegiatan ini bisa melibatkan sebanyak mungkin Keuskupan dan organisasi Katholik lainnya. Dengan demikian diharapkan bisa membangun perhatian dan kebersamaan yang bersifat nasional”, ujar Ketua Panitia Pelaksana, Christiano Hendra Wishaka. “Saat ini tercatat 1150 Alumni, sekitar 150 lebih sahabat awam, 1700 lebih Klerus termasuk Bapak Kardinal, 18 orang Uskup lainnya dan 450an Suster. Para volunteers tersebar di berbagai kota dan pulau di Indonesia. Bahkan sebagian peserta adalah warga negara asing seperti dari Myanmar, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, Filipina, India, Perancis dan Kenya. Kamipun merasa sangat terhormat dengan keterlibatan Sr. Francesco Marianti OSU (86 tahun) dan beliau menjadi volunteer paling senior (86tahun)”.

Event olahraga virtual berdonasi ini akan berlangsung selama 5 minggu kedepan sampai dengan 31 Desember 2020. Menurut Glenn Sebastian, Koordinator Race Management “Sejak beberapa hari lalu, para volunteers akan terus mengajak jejaringnya untuk mendonasikan kelipatan Rp. 50.000 untuk setiap poin kepada Tim yang diwakilinya. Nah, mulai 1 Desember sampai akhir tahun, anggota Tim akan menebus perolehan dengan berjalan (termasuk treadmill) dan berlari atau bersepeda (termasuk sepeda statis). Para sahabat dan jejaring dapat berdonasi secara manual atau elektronik dengan cara penyetoran tunai, transfer ATM atau Mobile Banking, Kartu Kredit, e-Wallet (Ovo/Gopay/Dana/Link Aja, dan alat pembayaran elektronik lainnya). Informasi lengkapnya dapat diperoleh di http://aktivin.id/4c “, ujar Glenn menambahkan.

Menurut Rm. Widyarsono, Dosen STF Driyarkara dan Pembina panitia event, olahraga virtual berdonasi ini sangat unik. “Lewat gerakan yang sudah bisa disebut nasional ini, pertama tama mari kita berikan perhatian pada sekolah-sekolah pelosok yang diujung tanduk. Dengan modal kebersamaan dan rasa solidaritas, mari kita dukung para tenaga guru honorer agar bisa terus mendidik murid-murid mereka. Kedua, yang tidak kalah penting, lewat keteladanan para volunteers Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge dan teman-teman, mari kita bangun pola hidup sehat dan bugar lewat olah raga rutin agar bisa menghadapi tantangan akibat pandemi dengan pikiran positif dan optimistik” Panitia Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge 2020. 

Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia.

Narasumber:

Ketua Panitia: Christiano H. Wishaka (+62 818-1888-8788)

Koordinator Race Management: Glenn Sebastian (+62 812-8710-768)

Email sekretariat: sekretariat@alumnijesuit.org

Microsite: http://aktivin.id/4c

Materi komunikasi: E-Posters

13

CARITAS CHRISTMAS CROSS CHALLENGE SMP KOLESE KANISIUS JAKARTA

Dalam rangka menanggapi kegiatan “Caritas Christmas Cross Chalenge” yang dimotori oleh ikatan alumni sekolah-sekolah Jesuit yang ada di Indonesia, Sekolah Menengah Pertama Kolese Kanisius Jakarta pun memutuskan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dikemas dalam “Olah raga virtual sambil berdonasi untuk pendidikan” tersebut akan berlangsung selama 5 minggu sampai dengan 31 Desember 2020. Terkonfirmasi dalam artikel yang dirilis oleh panitia lari gowes caritas christmas cross challenge bahwa sampai saat ini sudah terdaftar hampir 2000 relawan pelari dan pegowes yang terbagi dalam 80 tim yang terdri dari 1300 orang awam dan 650 rohaniwan-biarawati katholik.

Sungguh kesempatan untuk terus peduli terhadap sesama nyatanya selalu dibukakan jalan. Ada saja kegiatan yang orientasinya termanifestasi dalam menumbuhkan compassion terhadap sesama. Kegiatan ini jelas tidak bisa dinafikan, sebab sangat berkorelasi dengan misi SMP Kolese Kanisius, yakni menumbuhkan bela rasa atau compassion. Melalui semangat perutusan itulah, sekolah memutuskan untuk turut ambil bagian dalam kegiatan olah raga virtual sambil berdonasi untuk pendidikan.

Stakeholder SMP Kolese Kanisius Jakarta yang terlibat dalam gowes di antaranya ada bapak R. Susanto Dwi Nugroho selaku kepala sekolah, Pater Alexander Koko Siswijayanto, SJ. selaku moderator sekolah dan beberapa guru bidang studi di antaranya ada bapak Tri Sumantoro selaku guru olah raga, bapak Nicolaus Andy Praditya Krisnanta, selaku guru matematika, bapak Dhita Anggoro selaku guru BK, ibu Fransiska Swesty selaku guru IPS dan PPKn dan ibu Agatha Tri Agung Budi Lestari selaku guru Bahasa Inggris. Pater Koko bersama guru bidang studi akan masuk dalam Tim Gowes Inspratif Komdik KWI sedangkan Pak Santo akan masuk dalam tim USD.

Menurut Glenn Sebastian dalam artikel yang dirilis oleh panitia lari gowes caritas christmas cross challenge, mengungkapkan bahwa “Volunteers akan terus mengajak jejaringnya untuk mendonasikan kelipatan Rp. 50.000 untuk setiap poin kepada Tim yang diwakilinya. Mulai 1 Desember sampai akhir tahun, setiap tim akan menebus setiap perolehan poin dengan 1 Km. lari/jalan dan 3 Km. jika bersepeda. Interaksi para donator dan relawan akan menggunakan microsite dan aplikasi aktivin, serta strava aplikasi pencatat jarak berbasis data GPS”.

            “Para sahabat dan jejaring dapat berdonasi secara manual atau elektronik dengan cara penyetoran tunai, transfer ATM atau Mobile Banking, Kartu Kredit, e-Wallet (Ovo/Gopay/Dana/Link Aja, dan alat pembayaran elektronik lainnya).” Ungkap Glenn dalam menegaskan pernyataanya.

Hasil penggalangan dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk membantu guru-guru honorer di sekolah-sekolah swasta yang terkena dampak pandemic COVID-19.

Melalui olah raga virtual berdonasi ini, diharapkan dapat menularkan pola hidup sehat dan semakin menumbuhkan kepekaan untuk terus peduli terhadap lingkunan sekitar.

Informasi lebih lanjut terkait kegiatan ini,  silahkan mengakses materi komunikasi yang tertera disini

CARITAS CHRISTMAS CROSS CHALLENGE : Kolaborasi Lewat Olahraga Virtual Sambil Donasi

131

‘Supernova’, SMP Santa Maria X SMP Kolese Kanisius

        Dunia sedang tidak baik-baik saja dengan kondisi yang sangat memprihatinkan saat ini, yakni dalam situasi Pandemi COVID-19. Lantas apakah semangat para civitas Kanisian akan luntur dan kehilangan kreativitas serta inovasi? Jawabannya adalah tidak! Sejalan dengan misi yang tertuang dalam Pedoman Pedagogi Ignasian (PPI), yang mana sekolah akan menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan dunia dan hidup di dalamnya. Oleh karena itu, tepatnya pada hari Sabtu 14 November 2020-Jumat 20 November 2020, Sekolah telah mengadakan kegiatan untuk menjawabi tantangan tersebut, yakni melalui kegiatan SUPERNOVA. Kegiatan ini juga turut melibatkan sekolah lain, yakni SMP Santa Maria Jakarta yang dilakukan secara virtual. Total peserta yang mengikuti kegiatan SUPERNOVA kurang lebih sekitar 800 peserta.

      Secara filosofis “SUPERNOVA merupakan ledakan yang sangat energik dari suatu bintang besar dan masif yang berada di titik tertentu dalam siklus hidupnya. SUPERNOVA bisa disebabkan oleh keruntuhan inti gravitasi, di mana dapat memancarkan energi yang lebih banyak dari pada nova, dan kecerahannya dapat bertahan dalam waktu yang lama. Satu hal yang sangat menarik bahwa bintang yang mengalami SUPERNOVA akan tampak sangat cermerlang. Bahkan kecemerlangannya bisa mencapai satu miliyard kali cahaya semula bintang tersebut.”

     “Melalui kegiatan ini, seperti bintang yang mengalami SUPERNOVA, besar harapan Sekolah SMP Kolese Kanisius kepada semua peserta yang turut terlibat untuk terus berkembang, dan bersinar di tengah pandemi yang menghantam berbagai sektor kehidupan. Lewat kegiatan SUPERNOVA diharapkan para peserta dapat menyadarkan lingkungan, menyadarkan kota Jakarta, menyadarkan Indonesia bahkan dunia, bahwa banyak hal yang bisa dilakukan sekalipun tantangannya besar.”

    Tidak ada satu hal pun yang dapat mengekang imajinasi kita untuk berkarya nyata, bahkan untuk mengubah dunia, SUPERNOVA menjadi sebuah pengingat bahwa melalui krisis ini, akan ada zaman cemerlang yang seribu kali lebih cemerlang dari sebelumnya. Ada harapan baru, ada semangat baru dan ada kehidupan baru yang terjadi setelah pandemi ini”. Ungkap Axel Feivel Hutapea Selaku ketua Osis SMP Kolese Kanisius.

      Secara garis besar SUPERNOVA merupakan kegiatan kolaborasi antar-SMP Kolese Kanisius dengan SMP Santa Maria Jakarta. R. Susanto Dwi Nugroho, selaku kepala sekolah SMP Kolese Kanisius mengungkapkan bahwa kolaborasi sangat penting untuk diwujudkan agar bisa melahirkan inovasi. Beliau mengungkapkan bahwa, ada beberapa hal penting terkait kolaborasi di antaranya: gabungan ide yang satu dengan ide yang lain akan melahirkan inovasi yang sepenuhnya; Adanya kolaborasi dapat mempercepat terhubungnya ide-ide yang mana akan menyempurnakan gagasan aslinya; Adanya kolaborasi akan menghasilkan lebih banyak koneksi yang tentunya akan mendorong munculnya ide-ide yang baik, dan dapat memperluas lingkaran hubungan social; Adanya kolaborasi akan memunculkan energi yang dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan yang muncul; kolaborasi dapat membantu gagasan-gagasan dalam mencapai implementasi.

      Alexander Koko Siswijayanto, SJ. Selaku moderator sekolah mengungkapkan bahwa generasi remaja pada masa pandemi ini bukanlah generasi rebahan. Pandemi COVID-19 tidak akan mematikan seluruh kreativitas dan imajinasi. Dengan adanya kegiatan SUPERNOVA, sekolah akan melawan seluruh gagasan masyarakat yang mengatakan bahwa pandemi menjadi pemicu munculnya generasi rebahan. Lewat SUPERNOVA, semua pihak yang terlibat diharapkan dapat menumbuhkan imajinasi dan kreativitas untuk tetap mengembangkan diri.

   Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama seminggu tersebut di antarnya adalah pengadaan podcast yang diisih oleh beberapa narasumber yang tidak lain adalah alumni dari SMP Kolese Kanisius. Narasumber tersebut di antaranya ada I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai (Ade Rai), Damar Juniarto, Sarwono Kusumaatmadja dan Anna Surti Ariani.

     Kegiatan SUPERNOVA juga diisih dengan permainan-permaiain (Would you ratherNever have I ever2 truths I lie dan Skribbl.io., adanya dikusi terkait digital quotient dan berkreasi lewat pembuatan poster. Di samping itu, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan kolaborasi musik dari kedua band masing-masing sekolah.

   Melalui podcast, para Kanisian dan Sanmarian diharapkan untuk bisa menamba wawasan serta kritis terhadap berbagai hal yang dijumpai dalam kehidupan. Di samping itu, permainan-permainan juga diharapkan dapat membangun relasi positif antarsatu dengan yang lain.

   Hingga Jumat 20 November 2020, kegiatan yang diketuai oleh Alexander Wibowo Pribadi selaku siswa kelas IX SMP Kolese Kanisius dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan tersebut ditutup dengan acara misah yang dipimpin oleh P. Koko dan kemudian dilanjutkan dengan penampilan kolaborasi musik antarkedua SMP serta pembacaan pemenang lomba untuk berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan dalam acara tersebut. Lewat kegiatan SUPERNOVA, diharapkan komunikasi antarsatu dengan yang lain dapat terjalin dan berlangsung terus setelah penutupan acara tersebut.